Jambi, KNews: Menghormati ibu secara Islami berarti berbakti dengan penuh kasih sayang, perkataan lembut, dan ketaatan, sesuai perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW, bahkan mengutamakan ibu tiga kali lipat dari ayah karena pengorbanannya saat hamil, melahirkan, dan menyusui, dengan cara mendoakan, membahagiakan, membantu, menjaga perasaan, dan tidak berkata kasar seperti “ah” atau membentak, karena ridha ibu kunci surga.
Cara Menghormati Ibu dalam Islam:
Berkata Lembut dan Sopan: Hindari mengucapkan “ah” atau membentak, gunakan perkataan mulia (mulian), sesuai QS. Al-Isra’ ayat 23-24.
Kasih Sayang dan Tawadhu’: Tunjukkan kasih sayang dan bersikap rendah hati, karena ibu adalah sumber kehidupan, seperti kisah Nabi Isa AS dan Uwais Al-Qarni yang merawat ibu dengan penuh cinta.
Memenuhi Kebutuhan Material dan Emosional: Bantu dalam pekerjaan rumah, berikan perhatian, dan penuhi kebutuhan fisik serta emosionalnya.
Mendoakan: Selalu doakan ibu, baik yang masih hidup maupun sudah meninggal, karena doa adalah bakti yang tak terputus.
Menjaga Nama Baik: Jaga martabat dan nama baik ibu di masyarakat.
Memenuhi Hak-Hak Ibu: Menghormati peran ibu yang luar biasa, dari mengandung, melahirkan, hingga menyusui (2 tahun penuh).
Dalil Utama:
Al-Qur’an (Al-Isra’: 23-24): “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada orang tua… maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia”.
Hadits Abu Hurairah: Nabi SAW menyebut ibu tiga kali lebih utama daripada ayah saat ditanya siapa yang paling berhak dilayani.
Intinya:
Ridha Allah bergantung pada ridha ibu. Berbakti kepada ibu adalah ibadah utama yang mendekatkan diri kepada Allah dan membuka pintu surga.
Berbakti kepada ibu (birrul walidain) adalah ibadah agung yang kedudukannya sangat tinggi dalam Islam, bahkan perintahnya sering disandingkan dengan perintah untuk mentauhidkan Allah.
Berikut adalah panduan praktis berbakti kepada ibu secara Islami pada tahun 2025:
Keutamaan Berbakti kepada Ibu
Ridha Allah: Keberkahan hidup dan ridha Allah sangat bergantung pada keridhaan orang tua.
Pembuka Pintu Rezeki: Berbakti kepada orang tua diyakini dapat memperluas rezeki dan memperpanjang umur.
Pengganti Jihad: Dalam kondisi tertentu, melayani orang tua memiliki nilai pahala yang lebih tinggi daripada jihad sunnah.
Untuk bantuan lebih lanjut atau pengelolaan zakat/sedekah sebagai bentuk bakti, Anda dapat mengunjungi situs resmi seperti BAZNAS atau lembaga amil zakat terpercaya lainnya.
Cara Berbakti Saat Ibu Masih Hidup
Mendahulukan Kepentingan Ibu: Rasulullah SAW menyebutkan perintah berbakti kepada ibu sebanyak tiga kali sebelum ayah karena perjuangannya saat mengandung, melahirkan, dan menyusui.
Bertutur Kata Lembut: Dilarang keras mengatakan kata-kata yang menunjukkan ketidaksukaan (seperti “ah” atau menghardik). Gunakanlah pilihan kata dan intonasi yang baik.
Membantu Pekerjaan Rumah: Membantu meringankan beban keseharian seperti membersihkan rumah atau mencuci piring adalah bentuk nyata ketaatan.
Memberikan Perhatian dan Hadiah: Memberi perhatian emosional, mendengarkan ceritanya, serta memberikan hadiah fisik merupakan cara sederhana untuk menyenangkan hatinya.
Merawat di Masa Tua: Merawat ibu di masa senjanya adalah jalan pintas menuju surga. Mengabaikan orang tua yang sudah tua merupakan kerugian besar bagi seorang anak.
Cara Berbakti Setelah Ibu Wafat
Bakti seorang anak tidak terputus meski ibu telah tiada:
Doa dan Istighfar: Senantiasa mendoakan ampunan dan kasih sayang Allah untuknya dalam setiap salat.
Sedekah Jariyah: Melakukan sedekah atau wakaf (seperti untuk masjid atau pesantren) atas nama almarhumah agar pahalanya terus mengalir.
Menyambung Silaturahmi: Menjaga hubungan baik dengan saudara-saudari atau teman-teman yang dahulu disayangi oleh ibu.
Menunaikan Wasiat dan Utang: Segera melunasi hutang-hutang yang ditinggalkan serta melaksanakan wasiatnya selama tidak bertentangan dengan syariat.

